Mudik 2015 – edisi 1
September 9th, 2015

5 September 2015
Kita semua sudah bangun sejak jam 1/2 3 pagi. Jauh sebelum ayam jantan berkoar-koar memamerkan suaranya.
Kompak bantu sana-sini, alhamdulillah jam 4.15 kita sudah masuk ke dalam mobil, meninggalkan rumah tercinta untuk 5 minggu ke depan.
Ke mana? Ke Indonesia… Huaaaa.. Sedaaaaaappp… Saat-saat di mana saya bisa menjelma menjadi nyonyah besar (bukan gemuk)….
Banyak rencana yang berubah sana-sini dalam rangka kepulangan kita ini.
Rencana semula, saya dan 4 anak berangkat tanggal 5 September, sedangkan Mas Hendra baru menyusul tanggal 19.
Sebulan yang lalu, kita pun ganti tanggal keberangkatan Khadeeja menjadi tanggal 19, bareng dengan bapaknya.
Apa sebab? Khadeeja ingin ikut Tournament of Minds di sekolahnya. Tiap anak di kelasnya dianjurkan untuk ikut walaupun tidak wajib.
Khadeeja pun gag keberatan kalau harus terbang hanya berdua bapaknya. Ini kali pertama dia akan terbang jauh tanpa ibunya.
Kemudian, tanggal 31 Agustus kemarin, ternyata kita terima kabar kalau mama kena serangan stroke, jadi Mas pun mendadak harus pulang secepatnya.
Mendadak pula tiket Khadeeja kita ganti ke tanggal semula yaitu tanggal 5, bareng dengan saya dan 3 anak lainnya.
Jadi begitulah ceritanya kenapa saya tetap terbang 1 paket dengan anak-anak tanpa suami.
Ini adalah kali ketiga saya terbang berlima dengan precils. Tapi sejujurnya ini yang paling membuat saya deg-degan.
Kenapa? Karena sebelum-sebelumnya, saat saya terbang, rumah tidak dalam keadaan kosong. Semua urusan yang tertinggal pun akan dibereskan suami menjelang keberangkatan.
Kali ini beda. Karena mas harus berangkat mendadak, jadi saya yang menyelesaikan administrasi di sekolah, les berenang dll.
Belum pula saya harus membereskan rumah, mencuci baju sampai detik-detik baju kotor terakhir. Mengosongkan isi kulkas, sampai ke mematikan kulkas-kulkas yang di garasi.
Yang paling lumayan berat adalah menahan keinginan supaya tidak mengepak kopor-kopor sampai larut malam.
.Tiap kali mudik, saya biasa mengepak barang bawaan sampai jam 2 pagi. Meskipun jam 4 harus pergi, saya sih gag ambil pusing karena biasanya kan ada Mas yang nyupir.
Tapi kali ini beda, saya juga bagian penyupiran. Jadi mana mungkin saya bangun sampai jam 2 pagi sedangkan paling telat jam 3 sudah harus bangun lagi untuk berrsiap-siap?
Mana saya bawa 4 nyawa lain di mobil kan?

5 September 2015

Kita semua sudah bangun sejak jam 1/2 3 pagi. Jauh sebelum ayam jantan berkoar-koar memamerkan suaranya. Kompak bantu sana-sini, alhamdulillah jam 4.15 kita sudah masuk ke dalam mobil, meninggalkan rumah tercinta untuk 5 minggu ke depan.
Ke mana? Ke Indonesia… Huaaaa.. Sedaaaaaappp… Saat-saat di mana saya bisa menjelma menjadi nyonyah besar (bukan gemuk)….

Banyak rencana yang berubah sana-sini dalam rangka kepulangan kita ini.
Rencana semula, saya dan 4 anak berangkat tanggal 5 September, sedangkan Mas Hendra baru menyusul tanggal 19. Sebulan yang lalu, kita pun ganti tanggal keberangkatan Khadeeja menjadi tanggal 19, bareng dengan bapaknya.

Apa sebab? Khadeeja ingin ikut Tournament of Minds di sekolahnya. Tiap anak di kelasnya dianjurkan untuk ikut walaupun tidak wajib. Khadeeja pun gag keberatan kalau harus terbang hanya berdua bapaknya. Ini kali pertama dia akan terbang jauh tanpa ibunya.

Kemudian, tanggal 31 Agustus kemarin, ternyata kita terima kabar kalau mama kena serangan stroke, jadi Mas pun mendadak harus pulang secepatnya. Mendadak pula tiket Khadeeja kita ganti ke tanggal semula yaitu tanggal 5, bareng dengan saya dan 3 anak lainnya. Jadi begitulah ceritanya kenapa saya tetap terbang 1 paket dengan anak-anak tanpa suami.

Ini adalah kali ketiga saya terbang berlima dengan precils. Tapi sejujurnya ini yang paling membuat saya deg-degan.
Kenapa? Karena sebelum-sebelumnya, saat saya terbang, rumah tidak dalam keadaan kosong. Semua urusan yang tertinggal pun akan dibereskan suami menjelang keberangkatan.

Kali ini beda. Karena mas harus berangkat mendadak, jadi saya yang menyelesaikan administrasi di sekolah, les berenang dll. Belum pula saya harus membereskan rumah, mencuci baju sampai detik-detik baju kotor terakhir. Mengosongkan isi kulkas, sampai ke mematikan kulkas-kulkas yang di garasi.

Yang paling lumayan berat adalah menahan keinginan supaya tidak mengepak kopor-kopor sampai larut malam.  Tiap kali mudik, saya biasa mengepak barang bawaan sampai jam 2 pagi. Meskipun jam 4 harus pergi, saya sih gag ambil pusing karena biasanya kan ada Mas yang nyupir.

Tapi kali ini beda, saya juga bagian penyupiran. Jadi mana mungkin saya tidur jam 2 pagi sedangkan paling telat satu jam kemudian sudah harus bangun lagi untuk berrsiap-siap? Mana saya bawa 4 nyawa lain di mobil kan?
Dan demi supaya saya bisa bangun pagiiiiii… Saya sampai minta tolong ke 4 pihak supaya mereka sudi rame-rame menelpon saya di pagi-pagi buta… Hahaha… Semuanya kompak bersahut-sahutan jam 1/2 3 pagi membangunkan saya dari mimpi yang indah..

Kebayang kan… Rameeee… Ampun dah… Tapi gag papa, anak-anak pun jadi ikut terbangun. Anak-anak memang sengaja saya minta ditur di kamar utama semuanya supaya gampang menyuruh mereka tidur, dan juga gampang membangunkannya. Di samping itu, semua kamar anak-anak memang sudah saya bereskan, sprei dan sarung bantal sudah dicuci.

Anak-anak yang biasanya susah bangun pagi, kali ini karena tahu mau pergi ke Indonesia, semangatnya tinggi sekali. Tanpa ba-bi-bu, langsung bangkit, bersiap-siap, sampai mau membantu angkat-angkat kopor (yang kecil-kecil siih, bukan yang gede… emangnya mereka kuli? hihihiy). Yang besar-besar pun mau banged bantu adik-adiknya bersiap-siap.

Tepat jam 4.15, berangkatlah kita menuju Sydney. Perjalanan Canberra-Sydney seharusnya cuma 3 jam, tapi berhubung ini berangkat pagi, saya butuh istirahat, jadi perkiraan sampai Sydney jam 8-an. Pas lah menurut saya, karena pesawat baru akan take-off jam 11 siang.

Sekitar jam 6 kurang, kita berhenti sebentar di daerah Exeter di rest area, untuk sholat Subuh dan sarapan. Anak-anak juga istirahat serta “stretching” sebentar. Barulah kemudian kita lanjutkan perjalanan. Sesampainya di Sydney, kita tidak langsung menuju ke airport, melainkan ke arah Maroubra untuk menitipkan mobil kita, si Maxi, ke rumah teman. Barulah dari sana kita diantarkan ke international airport.

Alhamdulillah semua lancar. Urusan check-in, imigrasi dan custom, semua lancar tak ada hambatan. Bahkan saya sempat belanja di duty free… Hee… Oh, dan sempat juga beli-beli makanan untuk pengganjal perut anak-anak. Hanya sempat duduk sekitar 15 menitan di Gate 33, kita pun naik ke atas pesawat Garuda dengan penerbangan GA 713 menuju Jakarta.

— to be continued —

Labbaik Allahumma Labbaik…
September 4th, 2015

MashaAllah…

Gag berasa udah masuk musim haji lagi… Berasanya kek baru kemarin kita berangkat ke tanah suci…
Huhuhuuuu jadi kangen… Pingin ke sana lagi…
Tapi sejujurnya, gag ada keinginan untuk berhaji lagi kecuali membadalkan seseorang.. Mikirnya kan kesian dengan yang belum berangkat, walaupun kalau dari Australia sih quota lumayan banyak…

Mudah-mudahan ya Allah, suatu saat bisa kembali ke sana sama anak-anak, mengajak mereka umroh…  :)

KE JAKARTA, KITA DATANG…
November 29th, 2014

Ini postingan telat… Bangeeeeeeet… :D

tojkt_sept2014

tojkt_sept2014_inthecarAlhamdulillah, akhirnya kita jadi juga berangkat ke Jakarta tanggal 10 September 2014 kemarin. Setelah tertunda beberapa hari itu ceritanya karena urusan visa yang ternyata belum beres juga. Masih beruntung visa dan tiket bukan kita yang urusin, kalo gag kan kebayang gimana pusingnya…

Rencana semula berangkat mudik tanggal 6 September dan bareng-bareng beserta eyang mama dan eyang papanya anak-anakpun harus diikhlaskan untuk tidak berjalan sesuai rencana. Anak-anak yang susah menerima pertama kalinya, apalagi mereka sudah telanjur pamitan dengan teman-temannya sehari sebelumnya.

Perjalanan ke Jakarta alhamdulillah lancar… Anak-anak sibuk dengan kegiatan dan tontonan masing-masing. Sesampainya di Jakarta sekitar pukul 1/2 4 sore, dilanjutkan dengan acara makan di daerah Pluit. Terbantu dengan adanya tol JORR yang baru yang menghubungkan Cengkareng dengan rumah Tanjung Barat menjadi lebih dekat sekali. Alhamdulillah, gag pakai acara macet dan muntah-muntah seperti biasanya… Hahaha..

MAREEAM BERAYUN…
November 20th, 2014

Yang kangen sama Mareeam…
Dia sekarang udah jagoan naek ayunan sendiri… Maksudnya mengayuh sendiri…
Dan kalo udah naek ayunan, suka asik nyanyi-nyanyi… :D

Video Mareeam berayun bernyanyi…

BIAR BEDA TAPI TETAP CINTA…
April 5th, 2014

Heeeeii, hari ini kita sudah pemilu loooh…
Dan alhamdulillah kita pun sudah menunaikan hak pilih kita.. Huhuy… Pertama kalinya kita ikutan pemilu, setelah sekian tahun selalu golput… Loh emang putih beneran kok kecuali kalo abis berjemur… Hahahaa… Sumpah garink!!

Demi alasan kepraktisan, kita pilih ikutan pemilu dengan cara mengirim hasil coblosan, bukan dateng langsung ke TKP… Kebetulan pula hari ini ujan, dingin, dan si nioniah lagi sakit batuk pilek rada demam… Kok yah seperti diatur… Walhasil sepagian males-malesan aja di kamar… Sementara si bapak sudah sibuk membawa anak-anak ke kelas berenang…

Ngomong-ngomong soal pemilu, pilihan saya dengan si bapak berbeda loh…
Iya, biar kami suami istri, tapi untuk pilihan caleg dan partai, tetap sesuai kata hati kami masing-masing… Jiyaaaaah.. :)

Ok deh, mudah-mudahan abis ini Indonesia bisa lebih maju yah… InsyaAllah…
#ikutpemilupertamakalinya
#indonesiamembaik
#pengenpensiundiindonesiaraia

MAWEEYAM…
March 28th, 2014

mareeam Si bontot ini yah, umurnya udah hampir 4 tahun.. Tepatnya sih 3 tahun 8 bulanan… Sudah resmi lepas nappy.. Resmi lepas nenen, walaupun untuk yang satu ini terkadang dia masih suka ngedusel gitu, kadang emaknya juga gag tega… Hahaha… Apa dikata eh masih kangen diduselin anaknya… Hehehe…

Soal lepas nappy, tadinya tuh rencananya, sebelum kita mudik ke Indonesia kemaren, udah mau dilatih.. Apalagi mulai akhir Januari kemarin kan dia mulai masuk sekolah preschool. Pas tahun lalu sebelum libur, udah nanya ke guru-gurunya, boleh engga kalo Mareeam masih pake nappy. Katanya sih lebih baik udah lepas, tapi kalopun masih toilet training juga gag papa…

Nah, pikir-pikir, menjelang mudik mo dilatih.. Tapi kok nanggung… Ntar di Indonesia, kita suka ganti-ganti rumah, ganti-ganti toilet, dia malah bingung… Udah gitu, tau sendiri kan yah, toilet umumnya kan suka jorok, belum lagi yang pake WC jongkok… Alamak… Kakak-kakaknya aja masih pada kagok pake WC jongkok, gimana dengan si bontot yang mulai latihan pipis di toilet… Belum lagi, si emak kan mudik duluan ama anak-anak… Kebayangnya ntar acara liburan malah sutresss… Ngurusin perwesean mulu… Hahaha..

Akhirnya ditunda deh… Barulah setelah kita pulang dari mudik, sekitar 4 hari kemudian, Mareeam kita mulai latih pipis di toilet… Alhamdulillah, karena dia emang udah siap banged, jadi butuh waktu sekitar semingguan sampe akhirnya lulus… Yaaaay… :)

SIAPA DULU…?!
March 12th, 2014

di balik sikap saya yang seringkali pecicilan dan super bonek ini… sesungguhnya hati dan jiwa saya adalah semanis hello kitty, selucu olaf, dan semelankolis nia daniaty… *halaaaahhh* masih terpikirkan nasib si burung besi MH370, terutama para manusia di dalamnya… apa yang terjadi dengan mereka di detik-detik menjelang ‘hilangnya’ pesawat tersebut… mengingat kembali acara liburan kami kemarin ke tanah air dan sekitarnya… di mana kami beberapa kali memilih untuk terbang dengan si burung besi ini…

tak ayal, meskipun di foto saya selalu tampak sumringah demi dokumentasi dan juga unjuk gigi yang sudah rapi *et daaaahhhh*, namun hati saya selalu dipenuhi berbagai perasaan yang campur aduk… ada rasa senang, apalagi melihat wajah bahagia anak-anak… tapi tak urung menyelinap juga rasa khawatir yang saya rasa manusiawi…

memang, sebagai manusia yang *katanya* beriman, saya memasrahkan semuanya kepada Tuhan, apabila hal yang terburuk harus terjadi…

saya selalu mewanti-wanti anak-anak setiap kali menjelang lepas landas dan juga menjelang pendaratan, untuk tak henti-hentinya berdoa… pesan saya, supaya pesawat dan seluruh isi di dalamnya dilindungi selalu oleh-Nya…

“so that way we won’t crash, mom?”

hmmm… saya katakan, doa bukan berarti bisa menghindari kecelakaan 100%…

“so what’s the point of us praying then?”

paling tidak nak, kalau memang waktunya tiba, kita bisa menghadap kepada Sang Khalik dalam keadaan terbaik dan tanpa harus mengalami rasa sakit…

jawaban itu selalu bisa membuat mereka tenang…
buat mereka…
tapi tidak buat saya…

saya selalu memikirkan hal lain… terlebih saat saya harus terbang sendiri dengan anak-anak tanpa didampingi oleh suami… pikiran yang mungkin sering terlintas di kepala orang tua manapun juga…

saya memikirkan, dari keempat buah hati saya, mana yang harus saya selamatkan terlebih dahulu? tangan saya hanya dua, saya mungkin hanya bisa memegang 2 anak… dalam keadaan panik, keadaan mungkin berubah… bisa jadi saya lupa semuanya…

atau malah sebaliknya…

cinta yang besar dari seorang ibu mampu membuat saya berubah jadi superhero, di mana tiba-tiba saya berubah menjadi sosok manusia dengan 8 tangan bak gurita yang mampu merengkuh keempat buah hati saya supaya mereka bisa merasa aman dan nyaman…

mungkin…

*sebuah catatan menjelang tengah malam… sebelum melanjutkan memasak di dapur kembali*

Edisi Moed’g2013 – DAY 42 – JATIM…
January 9th, 2014

Weeiiiii.. Kita udah nyampe Batu loh, di Jawa Timur… Iya, daerah jelajahan kita sudah mencapat timur pulau Jawa walaupun belum timur banget juga sih.. Kemaren sempet beberapa hari Yogyakarta, lanjut ke Surabaya sebelum kemarin ini kita cabut ke Batu untuk menginap selama 3 hari 2 malam.

Alhamdulillah Batu masih dingin dan sejuk… Kita sudah berkunjung ke Jatim Park 2, tepatnya tadi pagi sampai sore, hehe, puas deh pokoknya.

Ini diiat dulu aja ya foto-foto kita di Batu, tapi yang Jatim Park masih belum sempet diunggah… :)
Khusus foto yang paling atas ini, adalah persembahan khusus dari suami dan anak-anak saya menjelang sarapan tadi pagi… Hahaha…!!

day42_crazy

day41_batu

Kalo yang di atas ini, diambil kemarin sore waktu kita afternoon tea di restorannya. Yang paling ngetop sih pemandangannya, tapi untuk makanannya, masih kalah jauh dengan afternoon tea-nya Padma Hotel di Bandung.

day41_batu2

Trus yang ini adalah villa kita, yaitu villa Semarang yang pemandangannya alhamdulillah baguuuus bener :)
Sengaja pesen 3 kamar karena memang mau mengajak bapak dan ibu, tapi akhirnya ibu gag bisa ikutan karena harus menunggu keponakan yang lagi sekolah. Oiya lupa, kita menginap di Jambu Luwuk Hotel and Resort di Batu.

day41_batu3

day41_batu4

Yang atas ini, itu foto restorannya aliyas The Club House. Ada kolam renangnya juga. Ada kolam renang lainnya sih di komplek resort ini, tapi ini yang lokasinya ada di restorannya. Yang berikutnya di bawah ini, foto-foto lagi sarapan ajah… :)

day42_batu1

day42_batu2

day42_batu3

Edisi Moed’g2013 – DAY 24 – HARI IBU…
December 23rd, 2013

Buat yang kemaren gag sempet nonton kita-kita, silakan tengok-tengok di sini yah:

cuplikan dari NET. TV

Trus ini foto yang sempet aku abadikan saat anak-anak lagi diinterpiyu.. Mereka nervous loh… Hahahaa..

day21_kidstv

Edisi Moed’g2013 – DAY 25 – DADAH JAKARTA…
December 23rd, 2013

Berhubung suami tersayang udah sampe tanah aer dengan selamat, itu artinya liburan kita sekeluarga dimulaiiiiii.. Horeeeee… :)
Eh yang Bandung kemaren gag terhitung yah jadinya…

Anyway, tujuan pertama liburan kita adalah ke Sinciapo aka negara tetangga sebelah atas… Yeah yeah… Aka Singapore…
Tahun lalu kan kita sudah ke sana, tapi ternyata anak-anak seneng banget, plus kali ini Mas Hendra mau ikutan juga, jadilah Singapore menjadi tujuan wisata kita lagi. Mas Hendra juga rencananya mau bertemu dengan teman-teman lamanya yang tinggal di Singapore.

day25_offtosinciapo

Rencana semula, hanya kita sekeluarga saja yang berangkat ke Singapore. Lama-lama jumlah peserta rombongan bertambah. Pertamanya Ibu dan Iya, ponakan perempuanku yang tertua. Beberapa minggu kemudian, eeeh Synthia aka Tiot, si bungsu dan keluarganya pun ikutan bergabung. Jadinya rameee… Sayangnya kita tidak bisa satu pesawat karena bulan ini adalah bulan sibuk, bulan liburan sekolah, bulan liburan akhir tahun, jadi tiket pesawat cepat terjual habis.

Begitu pula untuk penginapan kita. Yang tadinya aku sudah memesan apartemen 3 kamar di Fraser Suites River Valley, mau tidak mau harus kubatalkan karena tidak mencukupi. Segera kucari akomodasi lainnya, masih bentuk apartemen juga. Alhamdulillah akhirnya kita dapat 2 unit yang masing-masing ada 2 kamar *jadi total 4 kamar kita sewa* di Sommerset Liang Court.

Ya sudah, ini aku tulis selagi menunggu waktu kita untuk boarding dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Nanti kalau sudah sampai, ceritanya dilanjut lagi :)

day25_offtospore