Edisi Moed’g2013 – DOMPETKU TEBAL DOMPETKU *tidak* MAHAL…
December 15th, 2013

Tujuan utama mudik ini, selain pengen ketemu keluarga, tentunya juga buat belanja dooonkk… Iya donk… Iya kan?!
Bayangkan saja, di sini semuanya *relatif* jauh lebih murah, apalagi kalau di-kurs ke dollar… Heh, berasa banget jadi milyuner… Hehehe…
Sombong? Engga, toh kan kita memang kerja keras sebelumnya, duit-duit kita sendiri kan… :D

Dibandingkan tahun lalu, kurs dollar Australia saat itu berkisaran di angka 8500-9000 per $1 (australia).
Tahun ini, sudah melonjak naik menjadi $1=Rp10.800,00… Alhamdulillah… :)

day6_shoppinggramedia

Seperti biasa, di tanah air ini, barang-barang yang kucari biasanya sama kok… Mulai dari peralatan masak (mulai dari Mayestik, toko Toeng, Titan Baking, bahkan yang gag sengaja nemu di pasar, supermarket dan sebagainya), buku-buku (resep masakan, buku cerita anak-anak, buku agama, novel), DVD film Indonesia (baik yang memang bagus mutunya, bahkan yang sekedar ecek-ecek buat nonton ringan di waktu senggang), baju-baju, kerudung, dan masih banyak lagi deh.

Selain belanja, Indonesia juga surganya perawatan diri… Nyalon tiap saat…
Ini baru 2 minggu di sini, aku udah 2 kali facial, creambath, pijat lulur sampe ngecat rambut… Hahaha…. Nikmatnya jadi nyonyah di siniii… :D
Foto di bawah ceritanya pas baru mo nyalon pertama kalinya setelah nyampe sini… Lucu deh, kan meni pedi tuh… Aku udah bilang ke mbak kapsternya… “Mbak, tumit saya tebel banget yah kulitnya” *baca kapalan super tebel gituloh*
Dan si mbak dengan cueknya bilang, “Iya mbak..” Hahaha… Sedih deeh…

Intinya, kalau mau belanja dan mempercantik diri ya memang di Indonesia *dan juga Singapore saat kami main ke sana minggu depan*.
Australia… Tempat buat kerja lagi… Hahaha..!!

day3_inan

Edisi Moed’g2013 – DAY 12 – DI BALIK KEMUDI…
December 10th, 2013

nyupirkebandung

Mudik tahun ini buatku terasa sedikit perbedaannya dibanding tahun lalu.
Tahun ini, aku sudah lebih siap untuk nyupir. Bahkan sejak sebelum datang pun, aku sudah rencana untuk menyupir Jakarta-Bandung-Jakarta.

Berangkat ke Bandung kami memakai 2 mobil. Satu mobil Harrier milik mbak Winny, disupiri oleh Pak Alim, supir keluarga mereka. Satu mobil lagi adalah mobil Livina kepunyaan papa dan mama yang aku kemudikan. Sebetulnya sih rombongan kami tidak banyak, hanya 8 orang. Cukup sih kalo pake 1 mobil, apalagi kebanyakan kan masih anak-anak. Tapi kebayangnya bakalan gag nyaman. Pasti penuh sesak sekali. Belum pula ditambah kopor-kopor. Jadilah akhirnya diputuskan untuk pakai 2 mobil. Keluar uang lebih memang, tapi demi kenyamanan kan? :)

Pengalamanku menyupir keluar kota pertama kalinya? Seruuuu!!
Tahun lalu aku memang sudah pernah mengemudi mobil di dalam kota, terjauh adalah dari Cengkareng ke Tanjung Barat Indah.

nyupirsendiri

Menjelang perjalanan ke Bandung, aku sudah latihan menyupir beberapa kali. Rutenya memang pendek, dari rumah ke Pejaten Village. Atau juga dari rumah ke salon Inan di Rawamangun. Yang lumayan seru tuh yang dari Inan ke rumah karena tepat jam pulang kerja, hujan, dan memang jalur yang lumayan padat. Tapi alhamdulillah selamat… Prinsipku untuk nyupir di sini memang bertolak belakang dengan di Australia. Di sana berlaku untuk saling mengalah, di sini lebih tepat untuk “Jangan Mau Kalah”. Hahaha…!!

Saat perjalanan ke Bandung, aku selalu berusaha membuntuti Harriernya pak Alim. Saat masuk kilometer 80-an di tol Padaleunyi, langit mulai mendung. Beberapa saat kemudian, aku lihat pak Alim pindah jalur ke yang paling kiri sambil memberi tanda lampu sen kiri. Aku pikir ada apa gerangan, mungkin Udin atau Mareeam *yang memang ada di mobil tersebut* pusing dan muntah. Sebelumnya memang Udin sempat agak mual, tapi belum sempat muntah. Aku pikir pak Alim bakal berhenti, tapi ternyata tidak. Tiba-tiba pak Alim membuka jendela lalu memberi isyarat bahwa lampu besarku nyala.

Ya ampuuuunnnn.. Ternyata itu penyebabnya! Hahaha.
Aku memang terbiasa, di saat langsit mendung, walaupun tidak sedang hujan, aku pasti otomatis menyalakan lampu besar demi keamanan. Ternyata di sini bukan hal yang lazim. Menyalakan lampu besar di siang bolong malah dianggap mengganggu.

Lucunya lagi, selang beberapa lama kemudian hujan pun turun dengan derasnya. Semua mobil mulai menyalakan lampu besar, tak terkecuali pak Alim. Selain lampu besar, jugaaaaa… Hazzard lights!! Hahaha… Baru tahuuuuuu… Ternyata di sini begitu yah, saat hujan deras, walaupun keadaan tidak sedang ‘emergency’, tapi lampu darurat/hazzard lights dinyalakan. Oalaaaaah… Baru ngeh sayaaaaa… :)

—————————————–

PS: Memang, setelah berbincang dengan beberapa orang di sini, pemakaian hazzard lights di Indonesia sebetulnya lumayan salah kaprah. Menurut aturan sesungguhnya, hazzard lights boleh dinyalakan saat kendaraan dalam keadaan genting/darurat dan harus dalam posisi berhenti, bukan dalam posisi melaju.

Edisi Moed’g2013 – DAY 12 – BACK TO JAKARTA
December 10th, 2013

Yaelaaaaa, gag berasa udah 3 hari di Bandung, udah waktunya pulang.
Pagi ini kami semua sarapan lebih awal karena setelah itu anak-anak ingin berenang lagi. Sudah haqqul yakin banget, anak-anak ingin berenang lebih lama dibandingkan kemarin.

Untuk sarapan pagi ini, aku memilih bubur ayam yang rasanya enak deh. Ditambah guyuran kuah kuning beserta berbagai macam pelengkap mulai dari cakue sampai tongcai dan sambal, nikmatnya :) Untuk minumnya, aku pilih 3 macam, mulai dari kopi susu, lalu jus buah campur (apel, jambu biji dan kiwi), dan tak lupa minuman jamu tradisional beras kencur. Alhamdulillah enaknyaaaa :) Oiya, lupa, ditambah lagi dengan green tea croissantnya yang lumer di lidah. Gag nyesel untuk ambil sepotong tadi.

day12_breakfast

Oke, sesuai rencana, kelar sarapan, kita langsung turun ke lantai 5 menuju kolam berenang. Berbeda dengan kemarin, pagi ini aku menemani anak-anak nyebur ke kolam. Sementara mama dan papa diantar oleh Pak Tatang, supir yang kami sewa, untuk keliling kota cari oleh-oleh. Aku sendiri malah tidak ada kesempatan untuk turun ke kota. Praktis, selama 3 hari di Bandung aku hanya ngider di daerah atas saja, Ciumbuleuit dan Lembang. Bukannya tidak sengaja, tapi aku memang inginnya liburan ini menemani anak-anak. Gag terlalu menggebu untuk belanja ini itu selama di Bandung.

day12_bdgswimming

Cukup lama juga kami berenang, mulai dari pukul 8.30 sampai pukul 10 kurang sedikit mungkin. Setelah itu kami bergegas ke kamar untuk mandi dan beberes. Selagi menunggu waktu luang, anak-anak sempat untuk ber-skype ria dengan bapaknya yang kebetulan lagi istirahat makan siang (waktu Australia).

Tepat jam 12 kita pun check out. Seperti yang sudah kukemukakan ke pihak Padma, setelah check out, mobil masih aku tinggal di hotel karena kami mau ke Lembang dulu (lebih tepatnya, lagi yah). Sama seperti kemarin, perjalanan ke Lembang memakai Avanza sewaaan dan dikemudikan oleh Pak Tatang. Berhubung Pak Tatang ini orang lokal Bandung, jadi beliau tau banget jalan tikus dari hotel menuju De Ranch di Lembang. Jadi enak, gag kena macet sama sekali.

day12_deranch4

Sampai di De Ranch, anak-anak (kecuali Mareeam yang tertidur pulas sejak di perjalanan) langsung tidak sabar untuk menunggang kuda. Berhubung kami datang bukan pas akhir pekan, jadi mereka hanya ada jatah kuda besar, bukan kuda poni. Tapi syukurnya anak-anak cukup berani naik kuda besar. Belum puas menunggang kuda (dengan tarif Rp 20 ribu per orang), anak-anak pun tertarik naik delman. Kami pun bergantian naik karena hanya tersedia 1 delman untuk 1 kali putaran. Untuk naik delman, harganya lebih murah, yaitu Rp 25 ribu. Delman bisa terisi oleh sekitar 2 orang dewasa dan 2-3 anak kecil. Anak-anak senang sekali tuh naik delman walaupun jalannya ajrut-ajrutan, hahaha!

day12_deranch3

Setelah itu, kami pun makan siang karena sudah mulai keroncongan. Untuk anak-anak aku pesankan nasi soto ayam dan nasi rawon. Aku sendiri pesan nasi tutug oncom dan tumis kangkung plus pempek *eh, lapar yah?*. Sementara ibu dan papa juga mama memilih sop buntut goreng, ayam bakar dan juga iga bakar penyet.

Sudah kenyang, anak-anak melanjutkan lagi acara bermainnya. Kali ini mereka pilih memancing ikan. Ada 2 pilihan, yaitu ikan betulan atau ikan plastik. Khadeeja dan Fateema jelas memilih ikan asli *yang ukurannya sebetulnya lebih ke arah ikan teri yah*. Sedangkan Udin dan Mareeam pilih ikan plastik yang warnanya gonjreng abis. Untuk kolam ikan asli, mereka bukan diberi pancing, melainkan jaring ikan. Jadi lumayan gampang untuk dapat ikannya. Sedangkan untuk ikan plastik, di ujung kail dan ujung mulut ikan masing-masing ada magnetnya, jadi kalo kedua ujung magnet beradu, dapatlah ikannya. Udin lumayan gigih untuk memancing ikan-ikan plastik tersebut, sedangkan Mareeam cuek saja pakai tangannya untuk mengambili ikan-ikan itu, hahaha!

day12_deranch2

Untuk yang ikan hidup, sebetulnya anak-anak diperbolehkan untuk membawa pulang hasil tangkapan mereka, dengan jumlah maksimal 10 ekor untuk masing-masing anak. Tapi aku sudah bilang, ikan-ikannya nanti sebaiknya dilepas lagi, gag usah dibawa pulang. Walhasil mereka keasikan main tangkap ikan. Begitu dapat 1 ember penuh, ikan-ikan tersebut dilepas kembali ke kolam. Begitu terus berulang-ulang. Enaknya, karena kita datang di hari sekolah, arena memancing sepi, hanya anak-anak saja. Jadi batasan main yang 10 menit tidak berlaku untuk mereka :)

day12_deranch

Gag lama kemudian, sementara Udin dan Mareeam masih asik memancing ikan, Khadeeja dan Fateema lalu bermain flying fox. Cukup seru juga buat mereka karena ini pertama kalinya mereka main flying fox yang lumayan tinggi. Setelah puas bermain, barulah kita kembali ke arah Bandung setelah sebelumnya mampir dulu ke Tahu Susu Lembang yang berada di Jl. Raya Lembang.

Kembali ke Padma hotel, kami pun mengurus kopor-kopor yang sebelumnya kami titipkan di storage. Setelah pamit dengan para staff, kami pun kembali ke Jakarta. Dengan 2 mobil beriringan, aku mengikuti Pak Tatang masuk ke Pasteur dari belakang. Perjalanan terasa lumayan panjang buatku, mungkin karena hari sudah gelap, ditambah dengan hujan dan banyak sekali truk-truk di jalan tol. Yang membuat rusuh, truk-truk itu lampunya gelap-gelap yah, gag terang benderang seperti di Australia. Jadi mata harus benar-benar awas, padahal kaca depan kan ada halangan wiper yang bergerak kanan kiri. Yang lucu pula, ada pula bis mini yang tampak dari jauh lampu belakangnya hanya nyala 1. Jadi benar-benar tidak kelihatan di tengah derasnya hujan. Begitu kita mendahului bis tersebut, ternyata bis itu punya kepolisian. Ah, gimana sih, bahkan punya polisi saja seharusnya tidak layak jalan, di jalan tol pula. Indonesia banget daaaaaahhhh!!

Alhamdulillah, setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam *sudah termasuk berhenti 2 kali dan termasuk pula mengarungi macet dari hotel ke Pasteur, padahal sudah lewat jalan tikus*, akhirnya sampailah juga kami di Jakarta. Fiuuuuh.. Perjalanan karirku sebagai supir di Indonesia sudah bisa dikatakan lulus yah, hahaha!

Edisi Moed’g2013 – DAY 11 – LEMBANG
December 9th, 2013

Anak-anak gembira sangat hari ini… Dikarenakan, kita sarapan di resto hotel… Pilihannya banyak banged sampai bingung. Anak-anak sih cuek, ambil sana-sini, dan habis juga. Aku sendiri cuma ambil batagor dan salad sayuran serta buah saja. Takut kekenyangan nanti mual di jalan. Maklum, rencana hari ini kan mau ke Lembang. Dalam kondisi jalan mendaki, mobil yang penuh muatan, serta prediksi adanya macet, kemungkinan diriku *dan juga anak-anak* untuk bisa mual adalah cukup besar.. Hahaha… Jangan heran, tempo hari saja nih, dalam perjalanan dari ITC Kuningan ke rumah di Tanjung Barat Indah, aku sempat agak mual sedikit hanya gara-gara macet!! Kesian deh penduduk Canberra udah gag kenal maciyeeeeetttt… :D
day11_breakfast

Anyway, setelah kelar sarapan, anak-anak langsung donk nyebur ke kolam berenangnya. Sejak kemarin sebetulnya mereka sudah ngiler banget kepingin nyebur, tapi apa daya kemarin sore sempat hujan. Hujan sempat berhenti sih saat kita lagi menikmati afternoon tea di hotel. Khadeeja, si sulung kami, sudah merayu-rayu untuk bisa diijinkan berenang, tapi aku larang. Takutnya, dalam kondisi cuaca yang masih mendung dan gerimis kecil, dia malah jatuh sakit. Padahal itu baru pertama tiba di Bandung.

day11_floatingmarket

OK, kembali ke acara tadi pagi. Aku sendiri tidak ikutan berenang. Hanya menemani dari pinggiran saja. Tapi tetap saja bajuku basah kuyup terkena cipratan air kolam. Padahal tadinya baju itu ingin kupakai untuk jalan-jalan sampai siang. Tak ayal, ganti baju lagi deh. Anak-anak berenang tidak lamakok, hanya sekitar setengah jam. Kembali ke kamar untuk mandi kilat, lalu kami pun berangkat menuju Lembang ditemani Pak Tatang, supir yang sudah kami sewa mulai hari ini.

Acara semula adalah ke De Ranch Lembang, tapi ternyata tutup tiap hari Senin. Langsung kami berbalik arah menuju ke Floating Market Lembang. Sudah cukup lama aku mendengar tempat tujuan wisata yang satu ini, cukup membuatku penasaran. Secara ide tempat ini bagus kok. Cukup bersih juga. Danau kecil yang dikelilingi berbagai anjungan makanan, toko-toko, maupun arena permainan anak-anak. Anak-anak cukup senang melihat angsa dan kelinci dari jarak dekat. Bukannya di Australia tidak ada, tapi anak-anak memang suka sekali dengan binatang.

day11_floatingmarket2

Setelah itu, kita pun masuk ke area pasar terapungnya itu sendiri. Cukup menarik. Buat kita-kita yang bisa terhitung turis mancanegara, ini sesuatu yang cukup unik loh, karena bentuk perahunya tradisional. Makanan-makanan yang dijual pun lumayan membuat perut berdendang ria… Haha!

Lumayan lama loh kita di sana, maksudnya di area makan. Dan makanan yang kita pesan pun lumayan beraneka ragam, mulai dari pempek, rujak cobek, nasi timbel komplit, baso goreng, dan cireng oncom. Untuk membeli makanan di sana, kita diwajibkan memakai koin yang dapat dibeli di beberapa pos di sepanjang pasar apung tersebut. Koin hanya ada 2 pecahan yaitu 10 ribuan dan 5 ribuan. Harga makanan memang rata-rata kelipatan nilai koin, misalnya 10 ribu, 15 ribu, 35 ribu *contohnya si nasi timbel kmplit tadi*.

Perut kenyang, kita pun beranjak pulang. Sebelum kembali ke hotel, aku memutuskan untuk mampir debentar ke FO Rumah Mode yang ada di Jl Setiabudi. Hanya setengah jam aku di sana, ditemani ibu dan mama, sementara yang lain tetap menunggu di mobil karena sudah kecapekan. Barulah kita kembali ke hotel. Itupun hanya sempat beristirahat sebentar sebelum akhirnya kami berbondong-bondong naik ke lantai 1 untuk afternoon tea. Kali ini kami mencicipi aneka hidangan tradisional lagi, mulai dari surabi, kue ape, onde-onde, pisang kukus, kripik singkong, bajigur, bandrek dan masih banyak lagi, lupa deh :D

day11_afternoontea

Malamnya, kami hanya menetap di hotel saja, memang tidak ada rencana kemana-mana. Inginnya memang mau menikmati kamar hillside studio yang kami sewa untuk 2 malam. Sementara anak-anak juga asik mondar-mandir ke kamar eyang papa dan eyang mamanya.

Edisi Moed’g2013 – DAY 10 – BANDUNG
December 8th, 2013

day10_ciganea1
Hellooooo…
Liburan kita udah hari ke-10 loooohhhh… Gag berasa yah… :)

Dan kita hari ini sampai juga di kota Bandung. Sengaja datang ke Bandung pas hari Minggu, supaya gag terlalu ramai. Juga, karena kalo datang menginapnya mulai hari Minggu, dapet harga diskon dari hotelnya… Hehehe.. :D

day10_ciganea2
Berangkat meninggalkan Jakarta baru sekitar pukul 1/2 10-an.. Sebetulnya sejak jam 1/2 5 pagi aku sudah bangun untuk sholat Subuh, dan langsung melanjutkan packing yang sempat tertunda tadi malam karena tertidur. Ternyata hanya dapat beberapa menit, eeeh ketiduran lagi. Walhasil baru bangun jam 7, hahaha!

Disebabkan jumlah peserta tour ke Bandung lumayan banyak, aku memang sudah merencanakan untuk membawa 2 mobil. Satu mobil pinjam dari Mbak Winny yang disupiri oleh Pak Alim. Satu lagi membawa mobil papa mama yang aku kemudikan.

Sempat mampir 2 kali untuk isi bensin dan juga makan siang di RM Ibu Hj. Ciganea di kilometer 82 tol Cipularang, alhamdulillah akhirnya kita sampai di Bandung sekitar pukul 12-an. Berbeda dengan tahun lalu, di mana saat jalan-jalan ke Bandung kita menginap di Galeri Ciumbuleuit, kali ini kita menetap di hotel Padma di Jalan Rancabentang, masih di daerah Ciumbuleuit juga.

day10_padma

Tujuan kita ke Bandung ini sebetulnya, selain untuk jalan-jalan menyenangkan anak-anak, ibu dan papa mama mertua, juga sekalian merayakan ulang tahun Fateema yang ke-7. Dia amat sangat bahagia sekali dapat kejutan bertubi-tubi sejak pagi, sejak kita belum berangkat ke Bandung. Sampai-sampai aku diberinya kartu buatan tangannya sendiri tadi sore yang mengatakan,“Thank you Mammo for a very beautiful birthday”.

day10_fateemabirthday

Edisi Moed’g2013 – DAY 1 – SELAMAT DATANG NYONYA *tidak* BESAR
November 29th, 2013

Huhuuuyyy, akhirnya hari ini datang juga…
Semua barang bawaan sudah beres.. Rumah juga sudah rapi.. Kebun sudah dibersihkan… Pokonya nyonyah siap untuk liburan ya booooww… :)

Kita baru tinggalkan rumah sekitar pukul berapa tadi yah?
Sepertinya sekitar pukul 7-an deh… Sempat berhenti sekali di Exeter, untuk makan pagi *kedua*. Cuaca agak gerimis, jadi lumayan dingin juga tuh.

day1_sydney

Kita sampai di Sydney sekitar pukul 11 kurang. Berhubung semalam kita sudah melakukan online-checkin, jadi setibanya di Kingsford Smith International Airport, urusan kita tinggal menaruh barang-barang ke bagasi. Antrean tidak panjang, hanya ada 1 penumpang di depan kita.  Jumlah kopor yang masuk bagasi hanya ada 5 buah, itupun tidak berat semuanya. Total jumlah bawaan kita hanya 80 kilo, padahal jatah bagasi seharusnya 150 kilo. Hehehe, gag banyak kan. Sepertinya nanti perjalanan kembali ke Sydney yang lumayan berat :D

Selesai melakukan luggage drop-off, kita pun mencari makan siang. Mampirlah ke Taste of Thai, resto Thai halal yang ada di dalam airport. Baru setelah kenyang, kita pun berpamitan ke bapaknya anak-anak, dan masuk ke imigrasi.

day1_sydney2

Alhamdulillah, semua urusan lancar. Di imigrasi hanya antre sebentar, sekitar 5 menit, lalu urusan imigrasi pun beres. Segeralah kita menuju ke gate 32 untuk keberangkatan. Selagi menunggu waktu untuk boarding, anak-anak pun mulai mengeluarkan segenap peralatan perang seperti kertas-kertas dan crayon, spidol, juga buku-buku jurnal, sampai ke buku “Where’s Wally” dan juga buku “Search The Planes”.

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu, tiba-tiba sudah ada panggilan untuk boarding. Bertepatan pula dengan anak-anak kepingin ke toilet. Mampirlah kita ke toilet sebentar yang letaknya persis di seberang gate 32. Begitu selesai, ternyata antrean penumpang sudah panjang seperti ular. Untungnya, karena aku membawa banyak anak dan terhitung masih kecil-kecil, jadilah kita dapat kemudahan untuk bisa melewati antrean dengan cepat, dengan kata lain kita didahulukan.

day1_plane

Seharusnya Qantas dengan nomor penerbangan QF041 sudah lepas landas pukul 2.30 siang, tapi ternyata ada 3 penumpang yang bandel, yang tidak segera menuju ke pesawat saat waktunya untuk boarding. What a bunch of selfie!! Tertunda sekitar 10 menit hanya untuk menunggu gerombongan ABG ini saja!!

Selama perjalanan, alhamdulillah anak-anak anteng. Mareeam tidak butuh waktu lama untuk segera memejamkan matanya, padahal dia belum makan. Ketiga kakaknya sudah asik dengan makan siang dan tontonan film pilihan mereka masing-masing.

day1_planetv

day1_planemuter

Secara keseluruhan, perjalanan sendirian dengan anak-anak ini merupakan penerbangan internasional pertama kalinya buatku, dan juga buat anak-anak, maksudnya tanpa didampingi oleh bapaknya. Tadinya sempat membuatku nervous, tapi alhamdulillah anak-anak bisa bekerjasama dengan baik. Yang agak membuatku repot paling-paling hanya saat mereka minta diantarkan ke toilet. Sepertinya aku merupakan penumpang yang bolak-balik ke toilet paling sering kali yah. Bayangkan, mengantar 3 anak beberapa kali trip. Mareeam sih masih pake nappy, jadi bisa tetap tenang di tempat duduknya.

Syukurlah perjalanan lancar. Pukul 6 kurang 5 menit *waktu Indonesia Barat = pukul 10 malam waktu Canberra*, kita pun mendarat dengan mulus di Cengkareng. Sebetulnya pesawat sempat memutar sesaat di atas Indramayu, mungkin Cengkareng agak padat lalu lintasnya. Begitu keluar, mengambil semua kopor, dibantu dengan kuli-kuli yang sigap, kita pun bertemu dengan Synthia sekeluarga yang memang sudah rencana untuk menjemput kami.

“Yaaaaaay… Welcome to the home of traffic jaaaammmm…!”

Begitu seru Khadeeja dan Fateema menjelang pesawat mendarat, saat mereka mengintip dari balik jendela pesawat :)

day1_cengkareng

Edisi Moed’g2013 – DAY MINUS 1..
November 28th, 2013

Ahaaaaaaiiii… Semua sudah siaaaaaappp…
Besok kita berangkat.. Mas, aku tinggal dulu yaaaah… Aku pergi 1 paket dengan anak-anak…
Jangan nakal yah di rumah sendirian… :D

dayminus1_luggage

PEKING… BUKAN NAMA KOTA…
November 19th, 2013

Hahaaaaaaaaaaaaiii…

Aih, seharusnya saat ini diriku sudah mulai bersiap-siap peking nih… Halah jeung, mo kemana lagi? Perasaan baru kemaren pulang dari road trip… Ooops, itu sudah 4 bulan yang lalu yah.. Ceritanya udah basi… Hihi… :D

Kita insyaAllah mo mudik lagi nih ke Endonesah jayah… Hehehe… Berangkat minggu depan, aih sudah tidak sabaran… Ntar yang berangkat bakalan aku duluan ama anak-anak, berlima aja getoh… Mas Hendra baru nyusul pasukan menjelang libur Christmas…

Menjelang mudik, makin getol kerja dan kerja… Ngumpulin duit jajan.. Hehehe… Jajan baso, aih kangen deeh… Halah, padahal sering juga bikin baso sendiri… Beda kali yah, bikin sama dibikinin.. Apalagi kalo gratis… Ayo siapa mau traktir? :p

Cerita soal gawean, minggu lalu tuh salah satu puncak orderan untuk tahun ini… Sehubungan dengan kedatangan RI2 aka Pak Budiono ke Canberra, aku beserta tim Mammo’s Cooking diminta bantuannya untuk siapin makan siang untuk sekitar 400 orang yang terbagi selama 2 hari… Gag banyak, tapi itu pertama kalinya siapin nasi kotakan sebanyak itu…

Sebelumnya sih udah pernah masakin buat orang banyak, tapi prasmanan… Untuk nasi kotakan, jelas beda persiapannya, lebih jelimet… Tapi Alhamdulillah udah lewat, bayaran udah diterima *ini yang penting hehehe..!!*, semuanya lancar… Mulus… Mudah-mudahan siap untuk terima orderan yang lebih kenceng lagi, ya ibu Dubes… Ini bisa  dicatet… oops… :D

BTW, ibu dubes yang sekarang *Ibu Nino Riphat* baeknya ampun-ampun… Dan ramah pula… Bukan karena beliau sering kasih orderan cateringan, tapi memang pribadinya hangat… Banyak masyarakat di sini yang komen sama… Ditambah lagi, beliau itu rada-rada mirip mama mertua, jadi ngeliatnya itu suka kangen… Adem tentrem di hati… :D

Eh keingetan lagi, ngomong-ngomong… Cerita jalan-jalan ke Singapore taon  lalu belon sempet ditulis yah, eeeeh ini kita udah mo berangkat lagi ke Singapore… Mudah-mudahan sempet deh… Gag lucu ntar kalow ceritanya dobel-dobel… :D

QUEENSLAND ROAD TRIP – DAY 12
July 7th, 2013

Ohmaaaaeeee… Besok kita sudah harus pulang kembali ke Canberra. Anak-anak memang sudah mulai kangen rumah, mereka mulai bertanya-tanya, kapan kita kembali ke Canberra. Aku sendiri sudah kangen juga, tapi sebetulnya masih ingin tetap liburan… Hehehe. Sejujurnya sih kangen rumah tapi ogah sekali dengan dinginnya Canberra di musim sekarang ini. Rencananya nanti sepulangku ke Canberra, aku ingin ambil off dulu beberapa hari. Kebetulan juga anak-anak kan sebetulnya masih liburan sekolah minggu kedua. Mereka baru masuk sekolah lagi hari Selasa depan, tanggal 16 Juli.

Oiya, hari ini tadi kita menjelajah kota Port Macquarie. Kota ini tidak begitu besar, dibandingkan kota wisata pantai lainnya seperti Port Stephens, Lake Entrance, Coffs Harbur, ataupun Central Coast. Mungkin karena letaknya agak jauh dari Sydney, sekitar 4-5 jam menyupir. Jadi jumlah turis lokal pun tidak banyak, apalagi di musim liburan seperti sekarang, jumlahnya tidak terlalu signifikan. Enaknya sih buat kita, suasana kota jadi tidak terlalu padat. Cari parkir untuk mobil pun relatif mudah.

day12_1

Tadi begitu meninggalkan apartment, kita langsung jalan-jalan di pusat kota. Ketemulah tempat menarik bernama “Pancake Place”, langsung saja perut minta diisi *lagi*.. Hehehe. Padahal kita semua sudah sarapan loh. Akhirnya kita brunch dulu di sana, hanya pesan 2 porsi pancake. Mas Hendra pesan pancake dengan peach + pisang + es krim, sedangkan aku pesan pancake dengan raspberry + white chocolate + ice cream. Enaaaaaak :) Lebih enak lagi, karena kita makan berbagi dengan anak-anak, jadi tambah seru.

Selesai brunch, kita menuju ke taman di pinggir pantai. Ada taman bermain yang cukup mampu membuat anak-anak sibuk sendiri selama sejam lamanya. Setelah itu kita jalan lagi ke tengah kota mencari makan siang. Perasaan liburan kok isinya makan mulu yah, hahaha!

day12_2

Kelar makan siang, kita melanjutkan petualangan di kota kecil nan indah ini. Kali ini tujuan kita adalah mengajak anak-anak bermain putt-putt atau mini golf. Bermain mini golf memang salah satu agenda di road trip ini. Agenda lainnya sudah tercapai alhamdulillah, seperti misalnya mengajak mereka menonton ke bioskop, kemudian ke Dreamworld Gold Coast, lalu bermain di taman pantai buatan Southbank Parklands di Brisbane.

Udin dan Mareeam yang tengah tertidur di mobil dalam perjalanan menuju ke tempat putt-putt, langsung terbangun dan dengan penuh semangat mereka pun ikut bermain sampai selesai. Berbeda dengan putt-putt pada umumnya, yang ada di Port Macquarie ini ada 27 holes, bukan hanya 18 holes seperti biasanya. Untung tempat putt-putt tidak terlalu penuh. Palng tidak enak kalau ada serombongan pemain di belakang kita karena mereka biasanya jadi tidak sabaran, khususnya kalau yang sudah dewasa. Yah maklum saja, anak-anak, khususnya Udin dan Mareeam kan main golfnya masih lambat. Bola itu engga dipukul, melainkan didorong pake tongkat pelan-pelan sampai ke lobangnya. Hahaha!

day12_3

Alhamdulillah, anak-anak tadi puas bermain. Lalu kita pun pulang untuk beristirahat, dilanjut makan malam pun cukup di apartment.
Aku sendiri mengerjakan kloter cucian terakhir, supaya besok sampai di rumah engga usah memikirkan tumpukan baju kotor lagi… Hahaha!

day12_4

QUEENSLAND ROAD TRIP – DAY 11
July 6th, 2013

day11_1

Hwaaaaaaaaaaaa…
Engga berasa, sudah memasuki hari ke-11 dari serangkaian perjalanan road trip kita.. Wedeeeewww…
Alhamdulillah sejauh ini semuanya lancar, anak-anak kemarin sempat dapat gejala agak-agak batuk pilek, tapi untungnya engga pakai demam, jadi mereka masih bertahan… :)

Oiya, cerita dari hari ke-7 sampai hari ke-10 belum sempat ditulis yah, maaf… Hehehe, secara memasuki hari ke-4 dan seterusnya banyak faktor penghambat. Beberapa di antaranya, wi-fi yang kurang lancar, kemudian kondisi badan yang mulai capek. Begitu masuk jam 8 atau 9 malam, langsung kena serangan kantuk berat.. Hehehe.. Jadi mana sempat menulis-nulis lagi di laptop.

Hari ini jadwal kami adalah meninggalkan negara bagian Queensland dan kembali ke New South Wales. Iya, Queensland yang hangat meskipun sedang musim dingin harus kami tinggalkan dengan berat hati… Huhuhu… Kami check-out dari cabin di Gold Coast tepat jam 10 pagi. Setelah menempuh perjalanan sekitar 7 jam lamanya (termasuk 3 kali berhenti), alhamdulillah kami pun tiba dengan selamat ke Port Macquarie.

day11_2

Selama di Port Macquarie, kami berenam menyewa townhouse apartment di Flynn Surf Port Macquarie. Alhamdulillah apartment ini nyaman sekali dengan kondisi bangunan yang masih baru dan wangi. Ada 3 kamar, 2 kamar mandi, dapur lengkap dengan kulkas, microwave, oven, kompor sampai ke dishwasher. Begitu pula dengan laundrynya pun lengkap.

Yang membuat anak-anak amat sangat bahagia adalah fakta bahwa townhouse ini bertingkat. Entah kenapa, anak-anak selalu riang kalau bertemu tangga. Haha! Malam ini kami tinggal saja di apartment, dengan agenda utama *buatku* adalah mencuci tumpukan pakaian kotor yang sudah terakumulasi sejak 4 hari yang lalu.. Hahaha, sedaaap!!