homecontact us gallery kitchen

You are on The BBT Chart page.

 

----------------

Ever heard of Triphasic Chart?

Or is this the first time ever?

Well, by clicking here, you will find out more.

 



 

SUBUR ATAU TIDAK SUBUR...

Untuk mengetahui apakah kita sedang subur atau tidak, sebetulnya gampang aja.
Metode-metode yang perlu dilakukan adalah:

1. Pengukuran Body Basal Temperature
2. Pengenalan Cervical Mucus (Cervical Fluid)
3. Pengenalan Cervical Position (Letak Leher Rahim)

PENGUKURAN BODY BASAL TEMPERATURE

Kalow yang gag pernah ngerti dan baru mulei belajar, pasti mikirinnya pusing...
Apaan sih pake ukur-ukur suhu tubuh segala, basal lagi.. Apa pula basal itu? Makanan baru? wueheh...

Donwori, dulu aku juga gituh..
Makanya waktu beli pertama kali *taon 2003, sebelon hamil Deeja* aku langsung ilfil gitu pas ngeliatnya... Waduh apa-apaan ini?

Untungnya sih gag brapa lama aku hamil, tanpa ngukur-ngukur segala..
Enaknya, dulu siklusku teratur, jadi ngitung masa suburnya gampang...

But trust me, pengukuran BBT ini ternyata gampang banged...

Cuman butuh beberapa alat sbb:
BBT Chart (download di sini)
Termometer khusus Suhu basal tubuh (pake digital termometer juga bisa malah lebih bagus karena lebih akurat dan pengukuran lebih cepet, sekitar 1 menit doank)
Pensil/Pena

Kalo ada yang nanya 'Kenapa sih musti termometer khusus? Kenapa gag termometer biasanya ajah?'
Gini ya tanteeeeh...
Termometer khusus suhu basal ini kalibrasinya lebih kecil dibanding termometer biasa. Antara perbedaan 1 derajat ada pembagian sampe 10...

Dan seperti yang udah disebutin tadi, lebih enakan pake yang digital. Kenapa?
Karenaaaa...
1. Digital lebih akurat, mata kita gag jereng ngeliatin air raksanya nunjukin angka brapa...
2. Kalow pake digital, gag terlalu lama, palingan dalam waktu semenit udah ketauwan hasilnya... Dibanding termo biasa, biasanya butuh waktu sekitar 4-5 menit baru suhu kita stabil.
3. Pake digital ada bunyinya 'beep.. beep' kalow suhu kita udah terukur dengan sempurna.
4. Dengan digital termo, suhu tubuh kita bisa kerekam. Jadi bisa efisien seandenya kita gag bisa langsung nyatet suhu kita di BBT Chart.

Howkeih, urusan termometer udah kelar kan..
Skarang, urusan berikutnya...

Mari kita mengenali lebih lanjut..
Apakah itu Body Basal Temperature?

Artinya adalah 'Suhu tubuh kita setelah tubuh kita beristirahat panjang'
Dalam artian ini adalah abis bangun tidur.

Kondisi dalam pengukuran BBT:
1. Dalam keadaan bangun tidur pagi, dengan lama tidur minimal 3-5 jam. Tidur termasuk yang nyenyak, bukan yang terbangun-bangun.
2. Setelah bangun, langsung ukur suhu kita sebelum kita melakukan aktivitas lainnya, seperti misalnya ke WC/kamar mandi, minum, makan, ngobrol, bahkan guling-guling di kasur.
3. Pengukuran bisa dilakukan di 3 tempat: orally (mulut) dan vaginally (lewat vagina). Sebetulnya ada satu lagi metode pengukuran yaitu dengan cara rectally (lewat jalan belakang - kalow mau, aku sih gag menyarankan soalnya ko jorok yaah.. :D).

Pengambilan ini harus konsisten, jadi gag boleh kalo hari ini secara orally, besok ganti jadi vaginally.
4. Posisi penempatan termometer setiap harinya usahakan yang konsisten.
Kalow di mulut, letakkan di bawah lidah.
5. Pengukuran suhu tubuh usahakan pada waktu yang sama, misalnya jam 6 pagi. Jadi lebih baik sediakan alarm clock.

Lebih Jauh Tentang Body Basal Temperature Chart

Gambar di bawah adalah contoh BBT Chart selama 1 siklus (contoh siklus 30 hari) - click untuk memperbesar!

click untuk memperbesar!


1.

Pengukuran BBT Chart dimulai pada hari pertama menstruasi. Dan diakhiri pada hari terakhir sebelum siklus menstruasi berikutnya. Dengan kata lain, satu siklus.
Jadi kalow ada wanita yang siklusnya 30 hari, ya BBT Chartnya akan sebanyak 30 hari.
Begitu menstruasi berikutnya, ganti dengan chart yang baru.

2.

Umumnya, ada dua fase pada BBT Chart, yaitu:

1. Fase Follicular - Fase Suhu Rendah
Fase ini ada di sebelah kiri, sebelum terjadinya ovulasi. Suhu rata-rata basal kita lebih rendah daripada suhu rata-rata setelah terjadinya ovulasi.
2. Fase Luteal - Fase Suhu Tinggi
Fase ini ada di sebelah kanan, setelah terjadinya ovulasi.
Suhu yang naik disebabkan karena pengaruh dari hormon estrogen kita yang dikeluarkan setelah terjadinya ovulasi.

3.

Kalow tidur kita ada gangguan, bisa ditulis catatan khusus di bagian bawah 'Notes' jadi kita ngeh kenapa suhu kita bisa tiba-tiba naik atow turun agak drastis.

Gitu juga misalnya kalow kita lagi sakit atow kelupaan ngukur.

4.

 

Ovulasi ditandai dengan adanya kenaikan suhu basal secara drastis. Ditambah, minimal 3 hari setelah suhu yang drop tersebut, suhu basal tubuh kita akan tetap berada di atas.
Suhu basal tubuh kita setelah terjadinya ovulasi biasanya lebih tinggi daripada suhu basal tubuh sebelum terjadinya ovulasi (lihat gambar di atas).

Pada saat terjadinya suhu drop tsb, kalow kita emang pengen terjadinya pembuahan, maka sebaiknya di hari itu kita melakukan hubungan seks (sexual intercourse).

5.

Sperma bisa bertahan di dalam rahim wanita selama 3-4 hari.
Sedangkan sel telur bisa bertahan hidup selama 12-48 jam.

6. Dengan fakta no. 5 di atas, maka untuk memaksimalkan terjadinya pembuahan, sebaiknya hubungan seks dilakukan beberapa kali menjelang terjadinya ovulasi dan ditambah dengan saat terjadinya ovulasi.

Bukan berarti di luar hari-hari tsb kita gag bisa melakukan intercourse, boleh ajaaah... :D
Hanya saja di luar hari-hari itu, kemungkinan wanita dalam kondisi subur adalah sangat minimal.
7. Pada saat terjadinya suhu drop tsb, kalow kita emang pengen terjadinya pembuahan, maka sebaiknya di hari itu kita melakukan hubungan pasutri (sexual intercourse).
8. Supaya kualitas sperma tetap baik, sebaiknya hubungan seks jangan dilakukan tiap hari tapi diselingi satu hari.
9. Menjelang siklus berikutnya, suhu basal kita akan perlahan-lahan turun seperti pada hari pertama siklus yang sekarang.
10. Apabila suhu basal tubuh kita tetap berada di atas selama minimal 18 hari setelah ovulasi, boleh dilakukan pregnancy test karena besar kemungkinan telah terjadi pembuahan.
11. Terjadinya pembuahan juga bisa dikonfirmasi dengan adanya pola Triphasic pada BBT Chart kita, meskipun hal ini tidak mutlak.

 

PENGENALAN CERVICAL MUCUS (CERVICAL FLUID)

Kalo kita pengen bener-bener lebih yakin kapan kita subur, lebih baik emang mengkombinasikan antara pengukuran BBT dan pengenalan cervical fluid/mucus (bahasa endonesah-nya sih lendir dari vagina gituloh bow).

Ada beberapa metode yang bisa dipakai untuk mengenali cervical fluid kita.
Kalau kita sering pake pantyliner, bisa keliatan di liner kita. Apalagi kalo pas lagi banyak-banyaknya.

Cara laen, bisa juga setelah buang hajat, jangan dicuci dulu dengan air, tapi lap dengan tissue. Kalo pas kita lagi mengeluarkan lendir yang banyak, maka bakalan gampang keliatan. Setelah itu, baru kita cuci dengan air seperti biasa.

Mucus dibagi menjadi beberapa kategori, sesuai dengan tahapan seorang wanita menjelang ovulasi.
Biasanya urutannya adalah sbb: kering, lengket (sticky), berbentuk krim (creamy) dan menyerupai putih telor mentah (egg-white).

Kering: Biasanya terjadi saat kita selesai menstruasi. Bisa saja ada sedikit mucus tapi jumlahnya relatif sedikit.
Lengket
(Sticky):
Apabila kita pegang, teksturnya lengket dan cenderung kering walopun jumlahnya sedikit lebih banyak dibandingkan saat mucus kita dalam keadaan kering.
Periode 'lengket' ini terjadi sekitar 4-5 hari setelah periode 'kering'.
Bertekstur Krim
(Creamy):
Beberapa hari menjelang ovulasi, lendir akan berubah tekstur menjadi seperti krim (creamy). Sudah mulai basah dibandingkan yang 'lengket' tapi belon terlalu lentur seperti halnya periode putih telor. Teksturnya sama persis kek body lotion.

Sebagai panduan, saat lendir sudah seperti ini, tidak ada salahnya hubungan seks dilakukan karena pada saat ini kita udah mulei masuk masa subur.
Putih Telor Mentah
(Egg-White):
Selama 1-2 hari menjelang ovulasi sampai 1-2 hari setelahnya, lendir kita akan memberi tanda jelas, yaitu teksturnya tiba-tiba berubah jadi seperti putih telor mentah.

Apabila kita pegang, keadannya sangat basah, sedikit kenyal dan kalo ditarik akan sangat lentur (stretchy).

Pada saat lendir demikian, kalo emang kita pengen punya anak, sebaiknya lakukan ajah hubungan seks dengan suami tercintah :D


Setelah ovulasi, lendir biasanya akan berubah lagi menjadi lengket dan tidak lentur, kemudian lama-lama akan kering.
Tapi dalam beberapa kasus, ada juga wanita yang memproduksi lendir yang tetap basah menjelang menstruasi walopun teksturnya tidak akan menyerupai putih telor mentah.

 

PENGENALAN CERVICAL POSITION (LETAK LEHER RAHIM)

Leher rahim kita bisa punya posisi tertentu dalam satu siklus menstruasi.
Biasanya letak leher rahim pada awal siklus adalah rendah, dekat ama liang vagina.

Menjelang ovulasi, leher rahim akan naik walopun sedikit. Dan sifat leher rahim akan berubah menjadi lebih lunak (soft). Dibandingkan saat menstruasi atau menjelang menstruasi, leher rahim sedikit lebih keras (seperti halnya kita pegang hidung kita).

Leher rahim hanya naik beberapa hari pada saat kita mengalami ovulasi, setelahnya akan kembali turun lagi.
Kecuali terjadi pembuahan, maka leher rahim akan tetap naik.

Cara paling gampang untuk mengecek posisi leher rahim adalah dengan cara berjongkok dan satu kaki diangkat lebih tinggi.
Disarankan tangan betul-betul dalam keadaan steril dan perut tidak dalam keadaan penuh.

 

PENUTUP

Kalo kita udah lakuin semuanya baik ukur-mengukur BBT, trus memahami cervical mucus bahkan juga sampe ngebelain ama yang namanya pengenalan posisi leher rahim, ada baiknya trus kita pasrahin aja ama Allah SWT :)

Karna gimana-gimana, keputusan terakhir ada di tangan-Nya :)

Howkeih, gudlak yah semuanya.. dan jangan lupa berdoa :)

 

 

 

 

 

home l about us l khadeeja l fateema l history l other stuff l sitemap l contact us l gallery l kitchen

designed by astri nugraha design studio